Sabtu, 30 November 2019

Pendalaman Terapi Sholat Bahagia


PTSB

PENDALAMAN TERAPI SHOLAT BAHAGIA



Pendalaman terapi sholat bahagia atau yang biasa disebut (PTSB) merupakan salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya yang diajar oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah yang diajar beliau. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag dibantu oleh dua asistennya, yaitu bu Ati’ Nur Syafa’ah M.Kom.I dan bu Baiti Rahmawati S.Kom.I.
Pendalaman terapi sholat bahagia (PTSB) diikuti oleh mahasiwa dengan tibgkatan yang beragam. Terdapat mahasiswa program sarjana semester satu, juga terdapat mahasiswa program pasca sarjana. Mahasiswa yang hadir juga tidak hanya program studi tertentu saja. Namun, terdapat berbagai program studi bermacam-macam. Seperti program studi ilmu komunikasi danprogram studi manajemen dakwah.
Pendalaman terapi sholat bahagia (PTSB) dilaksanakan di kun yaquta jalan siwalankerto tengah 6 Surabaya. Pada hari sabtu, 23 november 2019. Dipandu langsung oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag, atau yang biasa disapa Prof Ali. Dibantu oleh dua asistennya, yaitu bu Ati’ Nur Syafa’ah M.Kom.I dan bu Baiti Rahmawati S.Kom.I. Pada awalnya, jadwal yang telah disebarkan pada para mahasiswa tertulis bahwa pendalaman terapi sholat bahagia (PTSB) dimulai pada pukul 06.30 wib. Namun, pada kenyataanya acara pndalaman terapi sholat bahagia (PTSB)  yang dibuka langsung oleh ibu Ati’ Nur Syafa’ah M.Kom.I kurang lebih dimulai pada pukul 07.00 wib. Para mahasiswa diharapkan datang sebelum jam 06.30 untuk mengantisipiasi keterlambatan acara. Namun, alhamdulillah sebelum pukul 06.30 mahasiswa sudah banyak yang hadir di tempat acara. Meskipun banyak mahasiswa yang rumahnya jauh, tetapi semangat mereka untuk mengikuti acara ini sangat besar. Dibuktikan dengan kehadiran mereka tepat waktu.
Meskipun masih terdapat beberapa mahasiswa yang datang terlambat, namun mayoritas mahasiswa sudah datang tepat pada jam yang ditentukan. Beberapa mahasiswa yang datang terlambat melebihi batas yang ditolerir oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag tidak diperbolehkan masuk. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag bahkan menyarankan mereka yang tidak ikut serta dalam acara yang seharusnya diikuti, mereka harus tetap mengikuti acara pendalaman terapi sholat bahagia (PTSB) dilain waktu dengan membayar senilai harga sesuai harga yang asli. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag merupakan salah satu dosen yang benar-benar mengajarkan kita tentang kedisiplinan. Beliau tidak hanya memberikan nasihat. Namun, beliau memberikan contoh secara konkrit, secara nyata bahwa kedisiplinan itu sangat penting. Apalagi diterapkan bagi mahasiswa. Kalau misal mengikuti di pendalaman terapi sholat bahagia (PTSB) yang telah dikhususkan oleh Prof Ali, maka kita dapat harga khusus dengan diskon yang terbilang cukup besar. Acara pendalaman terapi sholat bahagia (PTSB) pada tahun kemarin tidak dilaksanakan, entah karena ada hal tertentu atau karena apa. Nah, pendalaman terapi sholat bahagia (PTSB) dilaksanakan kembali tahun ini dan dilaksanakan lebih awal, karena Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag  sudah ada jadwal keluar negeri atau kota pada akhir tahun ini. Sehingga, jadwal pelatihan terapi sholat bahagia dilaksanakan lebih awal. Selain itu, perkuliahan juga sudah berakhir kurang lebih dua minggu sebelum pendalaman terapi sholat bahagia (PTSB) dilaksanakan.
Pada pembukaan acara pendalaman terapi sholat bahagia (PTSB) ditampilkan beberapa slide pengenalan pemateri/trainer yaitu Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag. beberapa testimoni, galeri foto yang di dokumentasikan. Pendalaman terapi sholat bahagia (PTSB)  tidak hanya dilaksanakan di negara Indonesia saja. Namun, juga dilaksanakan di luar negeri seperti Hongkong dan Taiwan. Beberapa testimoni juga ditampilkan pada acara pembukaan. Seperti contoh:
1. Suamiku di Indonesia kawin lagi. Aku linglung. Sekarang aku bahagia menikah dengan KEKASIH yang tiada berkhianat: Gusti Allah” -Ibu xxxx, Taiwan
2. Kakiku lumpuh. Tiga tahun saya hanya bisa BAB jika dengan obat. Sekarang bisa BAB lancar tanpa obat.” -Dyah, Sidoarjo
3. Ketika praktek TSB, dada sesak karena haru. Saya berhasil merubah cara berfikir saya”
-Yuuswatun Hasanah, Hong Kong
Beberapa contoh diatas merupakan contoh testimoni yang saya ambil dari sumber https://www.terapishalatbahagia.net/testimoni/pemraktek/
Webiste tersebut merupakan website resmi pelatihan terapi sholat bahagia.
Dari awal sampai di tempat pelaksanan acara, para mahasiswa langsung diberikan buku panduan pendalaman terapi sholat bahagia. Buku pendalaman terapi sholat bahagia baru ditulis setelah lebih dari dua puluh kali pendalaman terapi sholat bahagia (PTSB) dilaksanakan. Baik dalam negeri maupun di luar negeri. Dalam beberapa kali pendalaman terapi sholat bahagia (PTSB) ada sejumlah pertanyaan peserta tentang beberapa hal sebagaimana tergambar dalam daftar isi buku tersebut. Buku tersebut berisi runtutan pelaksanaan sholat bahagia. Sebelumnya para mahasiswa sudha diberikan tugas berupa membuat tulisan atau mencatat tentang 4 poin dalam kehidupan, yaitu tentang sepuluh rang yang paling berjasa dalam kehidupan kita, lima orang yang menjengkelkan dalam kehidupan kita, sepuluh perbuatan dosa yang telah kita lakukan, dan nikmat tuhan yang telah kita dapatkan dan kita rasakan dalam kehidupan ini. Catatan tersebut dibawa saat pelatihan terapi sholat bahagia.
Diterangkan secara langsung oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag. bahwa terapi merupakan cara khusus. Terapi sholat bahagia adalah cara khusus sholat bahagia.
                                                                   حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
Tidak ada agama yang menyuruh pada kebaikan, kecuali islam.
Prof ali menyampaikan banyak hal sebelum menjelaskan sholat bahagia. Pertama tentang takdir.
“ Barang siapa yang tidak senang dengan keputusan dan takdirku maka hendaknya ia segera mencari tuhan selain aku”
Kutipan tersebut diambil dari At-Thabrany. Kutipan lain diantaranya:
“ Barang siapa tidak beriman pada takdirku enak atau tidak enak. Maka, aku akan mengurusnya lagi”
Kutipan tersebut diambil dari Abu Ya’la
Prof Ali menjelaskan secara langsung bahwa dengan mengeluh, sama dengan kita tidak bisa menerima takdir yang telah diberikan oleh Allah SWT. Dengan mengeluh, kita tidak akan bisa menyelesaikan suatu permasalahan. Konsekuensi hidup adalah berteman dengan masalah. Setiap orang pasti mempunyai masalah dalam hidupnya. Namun, akan terasa berbeda jika kamu menerima semuanya, dengan merelakan apa yang sebenarnya kamu inginkan. Dan selalu ikhlas dengan penuh bahagia. Mencoba menerima semua yang ditakdirkan oleh Allah SWT.
Kemudian, beliau juga menjelaskan beberapa syarat doa. Diantaranya adalah stop protes dan berlatihlan berfikir. Beliau memberikan kalimat kunci dalam proses penyampaian pendalaman terapi sholat bahagia (PTSB) yaitu, SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL. Penjelasannya sebagai berikut:
1.      Posisi berdiri.
Kalimat kunci yang digunakan adalah SUBHAN. Singkatan dari Syukur, Bimbingan, Ketahanan Iman.
Renungan/ doa (dalam hati, tidak boleh diucapkan)
a)         Syukur: “ Wahai Allah, aku bersyukur atas semua nikmat-Mu”
b)        Bimbingan: “ Bimbinglah aku dan keluarga agar tetap di jalan yang benar”
c)         Ketahanan iman: “Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka-Mu”
Tambahan (jika ingin lebih detail)
a)    Aku berterimakasih atas semua nikmat-Mu, yaitu (sebutkan nikmat-nikmat yang telah tuhan berikan). Ampunilah aku, karena sering mengeluh dan kurang berterimakasih kepada-Mu.
b)   Wahai Allah, setiap saat, aku, istri/suami dan anak-anakku menghadapi godaan dosa, terutama godaan harta dan nafsu terhadap pria atau wanita yang Engkau haramkan. Berikan kami ketahanan iman agar ketampanan, kecantikan, kekayaan, dan fasilitas kekuasaan tidak menjerumuskan kami ke dalam dosa.
2.      Posisi rukuk.
        Kalimat kunci yang digunakan adalah TURUT. Singkatan dari Tunduk dan Menurut.
Renungan/ doa (dalam hati, tidak boleh diucapkan)
a)    Tunduk: “Wahai Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbih dan menyerahkan hidup mati, sehat sakit, kaya miskin, dan semua persoalan kepada Mu”
b)    Menurut: “ Aku menurut kepada semua perintah-Mu. Ampunilah dosa dosaku”

Tambahan (jika ingin lebih detail)
a)  Wahai Allah, aku mempunyai masalah yaitu (sebutkan masalah maslaha yang kamu hadapi)
b)     Wahai Allah, aku ikhlas, ridlo, tidak mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku.
c)  Wahai Allah, aku yakin (3x) Engkau pasti (3x) menyayangi aku, dan tidak mungkin membiarkan aku sendirian menghadapi masalah dan harapanku itu.
d)  Wahai Allah, aku pasrah (3x), aku pasrahkan masalah tersebut kepada-Mu. Terserah Engkau, sebab Engkau pasti (3x) memberi yang terbaik untukkuu. Aku ikhlas apapun keputusan-Mu.
3.      Posisi i’tidal.
Kalimat kunci yang digunakan adalah HADIR. Singkatan dari Hak pujian dan Takdir.
Renungan/ doa (dalam hati, tidak boleh diucapkan)
a)  Hak Pujian: “ Hanya Engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia”
b)      Takdir Allah: “Semua hal terjadi atas takdir-Mu. Aku ridlo dan ikhlas menerimanya”
Tambahan (jika ingin lebih detail)
a)   Wahai Allah,hapuskan di hatiku darimengharap penghormatan, pujiandan terima kasih orang. Sebaliknya, jadikan aku selalu menghormati, menghargai dan berterima kasih kepada orang. Kuatkan kesabaranku menghadapi cacian dan kezaliman orang.
b)     Aku ikhas, ridlo, tidak mengeluh atas semua takdir Mu. Rencana Mu pasti (3x) lebih baik dari rencana hidupku. Takdir Mu pasti (3x) yang terbaik untukku.
4.      Posisi sujud.
Kalimat kunci yang digunakan adalah MASJID. Singkatan dari Maaf, Sinar, Jiwa dan Raga.
Renungan/ doa (dalam hati, tidak boleh diucapkan)
a)      Maaf: “Maafkan dosa dosaku, bapak ibu, dan keluargaku”
b)      Sinar: “ Sinarilah hati, lidah, mata, dan telingaku agar selalu berbuat yang Engkau ridlai”
c)     Jiwa Raga: “Jiwa dan ragaku dalam kekuasaan-Mu. Aku serahkan hidup mati, sehat sakit, kaya miskin, dan semua persoalan kepada Mu”
5.      Posisi duduk antara dua sujud.
Kalimat kunci yang digunakan adalah AKSI. Singkatan dari Ampunan, kasih, sejahtera, dan iman.
Renungan/ doa (dalam hati, tidak boleh diucapkan)
Wahai Allah, berilah aku: “Ampunan, kasih, sejahtera, dan iman”
Tambahan (jika ingin lebih detail)
a)       Wahai Allah, ampunilah dosa dosaku.
b)  Kasihanilah aku. Cintailah aku. Jadikan hidupku penuh kasih bersama keluargaku. Kepadasiapa lagi aku memohon belas kasih jika bukan kepada-Mu.
c)     Berilah aku rizki yang melimpah untuk keluarga, syiar agama, dan menolong fakir miskin Jadikank lebih senang memberi darpada diberi. Berilah aku kesehatan dan kesembuhan dari semua penyakit.
d)   Kuatkanlah imanku, agar aku semakin dekat dengan-Mu, sabar dan tegar menghadapi apapun cobaan dari Mu.
6.      Posisi tasyahud.
Kalimat kunci yang digunakan adalah SOSIAL. Singkatan dari Sholawat, persaksian, dan tawakal.
Renungan/ doa (dalam hati, tidak boleh diucapkan)
a)  Sholawat: “Sholawat dan salam untuk Nabi SAW. Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya”
b)  Persaksian: “Aku bersaksi, ‘TiadaTuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah utusan-Mu’. Jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku”
c)   Tawakal: “Aku serahkan hidup mati, sehat sakit, kaya miskin dan semua persoalan kepada Mu”
Tambahan (jika ingin lebih detail)
a)    Jadikan aku, istri/suami dan anak anakku berakhlak seperti nabi-Mu. Mudahkan aku dan keluarga beribadah di Mekah dan Madinah, serta berdoa di dekat makam nabi-Mu. Aku berharap di hari kiamat kelak, mendapat syafaat Nabi-Mu. Di surga, Engkau pertemukan kami sekeluarga dengan nabi-Mu.
b) Jadikan syahadat penambah percaya diriku, penghilang kecemasanku, penyemangat kerjaku, dan penguat optimisku. Jadikan la ilaha illallah  kata terakhirku ketika malaikat izrail mencabut nyawaku.
c)      Lanjutkan doa seperti pada posisi rukuk dan kaitkan dengan daftar masalah hidup.
d)    Wahai Allah, sekarang aku lebih bahagia. Aku akan menoleh ke kanan dan kiri. Berikan kemudahan hidup, kesuksesan dan kebahagiaan semua orang di sebelah kanan dan kiriku, assalamualaikum warahmatullah.
Penjelasan diatas merupakan penjelasan runtutan pendalaman terap sholat bahagia yang telah dilaksanaka pada sabtu, 23 november 2019.




Pendalaman Terapi Sholat Bahagia

PTSB PENDALAMAN TERAPI SHOLAT BAHAGIA Pendalaman terapi sholat bahagia atau yang biasa disebut (PTSB) merupakan salah satu k...